Tampilkan postingan dengan label pendidikan anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan anak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Januari 2016

Prinsip Pendidikan Anak Usia Dini



Dalam melaksanakan Pendidikan Anak Usia Dini hendaknya menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut :

1. Berorientasi pada perkembangan anak
Dalam melakukan kegiatan, pendidik perlu memberikan kegiatan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Anak merupakan individu yang unik, maka perlu memperhatikan perbedaan secara individual. Dengan demikian dalam kegiatan yang disiapkan perlu memperhatikan cara belajar anak yang dimulai dari cara sederhana ke rumit, konkrit ke abstrak, gerakan ke verbal, dan dari ke-aku-an ke rasa sosial.
2. Berorientasi pada kebutuhan anak
Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis, yaitu intelektual, bahasa, motorik, dan sosio emosional.

3. Bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain
Bermain merupakan cara belajar anak usia dini. Melalui bermain anak bereksplorasi untuk mengenal lingkungan sekitar, menemukan, memanfaatkan objek-objek yang dekat dengan anak, dan kesimpulan mengenai benda di sekitarnya. Ketika bermain anak membangun pengertian yang berkaitn dengan pengalamannya.

4. Lingkungan yang kondusif
Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta kenyamanan yang dapat mendukung kegiatan bermain anak.

5. Berpusat pada anak
Pembelajaran di PAUD hendaknya menempatkan anak sebagai subyek pendidikan. Oleh karena itu, semua kegiatan pembelajaran diarahkan atau berpusat pada anak. Dalam pembelajaran berpusat pada anak, anak diberi kesempatan untuk menentukan pilihan, mengemukakan pendapat dan aktif melakukan atau mengalami sesndiri. Pendidik bertindak sebagai pembimbing atau fasilitator.

6. Menggunakan pembelajaran terpadu
Pembelajaran pada pendidikan anak usia dini menggunakan pembelajaran terpadu. Dimana setiap kegiatan pembelajaran mencakup pengembangan seluruh aspek perkembangan anak. Hal ini dilakukan karena antara satu aspek perkembangan dengan aspek perkembangan lainnya saling terkait. Pembelajaran terpadu dilakukan dengan menggunakan tema sebagai wahana untuk mengenalkan berbagai konsep kepada anak secara utuh.

7. Mengembangkan berbagai kecakapan hidup
Proses pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan berbagai kecakapan hidup agar anak dapat menolong diri sendiri, mandiri dan bertanggung jawab, memiliki disiplin diri serta memperoleh keterampilan yang berguna bagi kelangsungan hidupnya.

8. Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar
Media dan sumber pembelajaran memanfaatkan lingkungan sekitar , nara sumber dan bahan-bahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik /guru.

9. Dilaksanakan secara bertahap dan berulang–ulang
Pembelajaran bagi anak usia dini hendaknya dilakukan secara bertahap, dimulai dari konsep yang sederhana dan dekat dengan anak. Untuk mencapai pemahaman konsep yang optimal maka penyampaiannya dapat dilakukan secara berulang

10. Aktif, kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan
Proses pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan dapat dilakukan oleh anak yang disiapkan oleh pendidik melalui kegiatan-kegiatan yang menarik, menyenangkan untuk membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak untuk berpikir kritis, dan menemukan hal-hal baru. Pengelolaan pembelajaran hendaknya dilakukan secara demokratis, mengingat anak merupakan subjek dalam proses pembelajaran.

11. Pemanfaatan teknologi informasi
Pelaksanaan stimulasi pada anak usia dini dapat memanfaatkan teknologi untuk kelancaran kegiatan, misalnya tape, radio, televisi, komputer. Pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan pembelajaran dimaksudkan untuk memudahkan anak memenuhi rasa ingin tahunya.

Kamis, 03 Desember 2015

Manfaat Pendidikan Montessori



Memilih metode atau sistem pendidikan untuk anak Anda merupakan sesuatu yang hanya Anda yang bisa melakukannya dan pendidikan Montessori adalah salah satu pilihan terbaik yang bisa Anda coba. Sistem pendidikan ini dikembangkan oleh Maria Montessori seorang pendidik dan dokter Italia dan sistem pendidikan ini lebih menekankan pada kebebasan, kemandirian dan rasa hormat untuk pengembangan sosial, fisik dan psikologis anak. Sistem pendidikan ini menjadi sangat populer di seluruh dunia karena memiliki lebih banyak manfaat dibandingkan sistem pendidikan lainnya.
Pendidikan ini berfokus pada tahap perkembangan anak-anak dalam kelompok usia 3 tahun dan 5 tahun untuk mengasah kemampuan bahasa, keterampilan motorik dan penyelesaian kegiatan sehari-hari seperti seni dan kerajinan, memasak dan berpakaian. Oleh karena itu pendidikan Montessori merupakan salah satu sistem terbaik yang dapat Anda pilih untuk anak prasekolah Anda untuk menanamkan tingkat kemandirian dan kepercayaan mereka.
Sistem pendidikan Montessori juga mendorong anak-anak bermain kooperatif sehingga mereka mendapatkan kesempatan untuk menjelajahi cara belajar yang berbeda dalam kelas. Sistem belajar seperti ini menempatkan mereka dalam posisi terbaik untuk bekerja sama, saling menghormati satu sama lain dan membangun rasa komunitas yang sangat penting bahkan di kemudian hari.
Anak-anak prasekolah yang mendapatkan sistem pendidikan ini memiliki keuntungan karena menikmati sistem pembelajaran yang berpusat pada kemampuan anak. Ini berarti bahwa mereka akan didik sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan khusus mereka sehingga mereka bisa belajar dan mengeksplorasi kemampuan terbaik mereka. Setiap anak diberi kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan mereka sendiri.
Sistem pendidikan ini membantu anak-anak belajar disiplin diri dengan cara yang paling alami. Mereka bekerja bersama satu sama lain dan mengikuti aturan untuk memperbaiki keterampilan yang berbeda, termasuk pengendalian diri, motivasi dan konsentrasi. Ini juga merupakan sistem pendidikan yang mengajarkan agar anak-anak bertanggung jawab.
Pendidikan Montessori juga mengilhami kreativitas pada anak-anak karena mereka bekerja dengan ide-ide mereka sendiri di mana kreativitas sangat dianjurkan. Mereka cenderung lebih fokus pada proses daripada hasil akhir dari kegiatan yang mereka lakukan dan ini memperluas pemikiran tentang bagaimana untuk membuat konsep dengan cara terbaik.
Mengajarkan keterampilan tangan pada anak-anak agar pelajaran mereka lebih menyenangkan dan mudah dimengerti. Ada begitu banyak kegiatan yang ada dalam pembelajaran hidup, budaya, matematika dan bahasa yang dipelajari oleh anak-anak secara praktis. Mereka bisa menguasai keterampilan hidup yang paling penting juga, selain memiliki pemahaman berhitung seperti pengurangan yang dan penambahan.

Sabtu, 12 April 2014

Tips Mendidik Anak Agar Pintar di Sekolah

Memiliki anak yang pintar disekolah pasti idaman semua orang tua.Anak yang cerdas dan pintar disekolah bukan datang dengan serta merta, perlu pendekatan khusus dan waktu luang orang tua untuk mendampinginya belajar.Untuk itu, tentu saja orang tua harus rela berkorban untuk meluangkan waktu bagi anak.Jadi tak cukup hanya mendapat bimbingan guru disekolah/les saja, peran orang tua dirumah juga sangat penting bagi perkembangan belajarnya.

Berikut beberapa tips untuk mendidik anak agar pintar disekolah
1.Jangan dipaksa
Biarkan anak berkembang dan berikanlah ia waktu.Jangan suka memaksa atau memberi target kepada anak.Anda hanya bisa memberi dorongan untuk menjadi lebih baik.Berikan reward jika anak sukses dalam ujian misalnya, asalkan rewardnya yang positif dan menunjang mereka.Jangan pula menakuti, misalnya "Awas jika kamu tidak masuk sepuluh besar".Bentuk menakuti anak seperti itu bukannya akan mendorong anak menjadi pintar, justru ia akan menjadi was-was dan kesulitan memecahkan soal saat ujian.

2.jangan ajari mencontek
Jika anak bertanya langsung apa jawaban suatu soal PR, jangan serta merta diberi tahu jawabannya secara langsung.Berikan ia minat belajar dengan cara menyuruhnya kembali untuk membaca materi pelajarannya.Jika itu soal hitung-hitungan,berikan cara yang dibutuhkan untuk menyelesaikan soal dengan contoh soal yang lain.Langsung memberitahu jawabanya sama artinya mengajari anak untuk mencontek, sehingga ia sulit akan berkembang.

3.Ajarkan hal hal baru
Jika anak anda pulang sekolah membawa hal hal baru, maka anda sebagai orang tua harus bisa mengajarkan tentang hal baru tersebut.Untuk itu orang tua juga harus rela mencari pengetahuan yang benar untuk kemudian diajarkan kembali kepada anak.

4.Dampingi anak belajar
Mendampingi anak belajar bukan berarti ikut mengerjakan soal PR si anak.Anak usia dini hanya butuh arahan dan dorongan dari orang tuanya, seperti bagaimana cara menyelesaikan soal yang benar.Bantulah memecahkan masalah mengenai soal pelajaran mereka, jika memang anak betul-betul tak mampu menyelesaikannya.

5.Kenali kemampuan anak
Setiap anak memiliki daya tangkap yang berbeda, ada yang lebih cepat memahami sesuatu dan ada juga yang lebih lambat.Untuk itu jangan suka membandingkan anak anda dengan anak lain, hal ini akan membangun sifat minder dan mudah menyerah.Kenali kemampuan anak anda, berikan dorongan sesuai kemampuannya daripada membandingkannya dengan si ini atau si itu.

6.Ingatkan
Biasanya anak menyukai sesuatu yang lebih menarik misalnya bermain game atau nonton televisi, sehingga seringkali lupa jika ada PR atau waktunya belajar.Jika waktunya belajar, ingatkan dia jika sudah waktunya belajar.Namun jangan membentak jika agak membandel, perlu kesabaran untuk membujuknya baik-baik.Suka membentak anak untuk memaksa nya berlajar bukanlah hal baik, sebab akan mempengaruhi suasana hatinya ketika belajar.Jika suasana hatinya tidak baik, walau mau belajarpun dia tidak akan bisa fokus dan konsentrasi.Ini berkaitan dengan cara mendidik kedisiplinan  anak.

7.Buat dia bisa konsentrasi
Ciptakan suasana yang kondusif dan tenang saat ia belajar.Jauhkan dari suasana yang gaduh dan matikan televisi.Orang tua harus rela melewatkan sinetron kesayangannya saat ia belajar, jika ingin anaknya pintar disekolah.

8.Buat ia nyaman dan menyukai belajar dengan anda sebagai orang tuanya
Beri ia kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, dengan menumbuhkan motivasi.Misalnya jika anak mendapat nilai buruk, jangan serta merta anda memarahinya.Anak bisa bosan dan takut ketika ia akan belajar dirumah dengan anda.Kasih dukungan dan arahan agar anak bisa berkembang, dengan memberinya kesempatan untuk memperbaiki atau mempelajari kesalahannya.Jika anda suka kasar dalam mendidiknya, memarahinya bisa bahaya karena anak bisa kehilangan minat dalam pendidikannya.

dengan adanya tipe-tipe ini anda sbagai orangtua bisa mencobanya kepada anaknya.  agar anak anda menjadi pintar sesuai dengan keinginan anda.

Senin, 06 Januari 2014

Pendidikan Karakter Anak Untuk Membangun Bangsa

Sebuah pepatah yang dikemukakan oleh Thomas Lickona “Walaupun jumlah anak-anak hanya 25% dari total jumlah penduduk, tetapi menentukan 100% masa depan”. Oleh karena itu penanaman moral melalui pendidikan karakter sedini mungkin kepada anak-anak adalah kunci utama untuk membangun bangsa.

Karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini. Usia dini merupakan masa kritis bagi pembentukkan karakter seseorang. Banyak pakar mengatakan bahwa kegagalan penanaman karakter pada seseorang sejak usia dini, akan membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasanya. Selain itu, menanamkan moral kepada generasi muda adalah usaha yang strategis.

Berbagai pendapat dari banyak pakar pendidikan anak, dapat disimpulkan bahwa terbentunya karakter manusia adalah dari dua faktor, yaitu nature (faktor alami atau fitrah), dimana semua manusia mempunyai kecenderungan untuk mencintai kebaikan dan nurture (sosialisasi dan pendidikan) yaitu faktor lingkungan, dimana usaha memberikan pendidikan dan sosialisasi adalah sangat berperan didalam menentukan apa yang akan dihasilkan nantinya dari seorang anak.

Pendidikan moral pada usia dini harus dilakukan sejak anak dilahirkan, apabila masa usia 2 tahun pertama anak sudah mendapatkan cinta, maka sangat mudah anak tersebut dibentuk menjadi manusia yang berakhlak mulia. Menurut hasil penelitian, anak-anak usia 2 tahun sudah dapat diajarkan nilai-nilai moral, bahkan mereka sudah dapat mempunyai perasaan empati terhadap kesulitan atau penderitaan orang lain.

Pendidikan karakter yang dilakukan di sekolah dapat memberikan arahan mengenai konsep baik dan buruk sesuai dengan tahap perkembangan umur anak. Mengingat pentingnya pembentukan karakter sedini mungkin, maka hendaknya setiap sekolah, terutama sekolah taman kanak-kanak dapat menerapkan pendidikan karakter di sekolahnya.

Sumber : Megawangi, Ratna, (2004). Pendidikan Karakter Solusi untuk Membangun Bangsa. pg-paud.blogspot.com

Sabtu, 04 Januari 2014

Pendidikan Anak Dalam Keluarga

Pendidikan dalam keluarga adalah tanggungjawab orang tua, dengan peran Ibu lebih banyak. Karena Ayah biasanya pergi bekerja dan kurang ada di rumah, maka hubungan Ibu dan anak lebih menonjol. Meskipun peran Ayah juga amat penting, terutama sebagai tauladan dan pemberi pedoman. Kalau anak sudah mendekat dewasa peran Ayah sebagai penasehat juga penting, karena dapat memberikan aspek berbeda dari yang diberikan Ibu. Oleh karena hubungan Ayah dan anak terbatas waktunya, terutama di hari kerja, maka Ayah harus mengusahakan agar pada hari libur memberikan waktu lebih banyak untuk bersama dengan anak.

Jika penghasilan keluarga tergantung pada penghasilan Ayah yang kurang memadai untuk kehidupan keluarga dapat menimbulkan persoalan pendidikan yang tidak sedikit. Ada pendapat berbeda tentang pendidikan dalam keluarga, yaitu tentang pemberian kebebasan kepada anak. Ada yang berpendapat bahwa sebaiknya sejak permulaan diberikan kebebasan maksimal kepada anak. Dalam hal ini faktor pendidikan kepada anak sudah berakhir sebelum anak itu dewasa. Dalam kenyataan terbukti bahwa keluarga yang menerapkan pendidikan keluarga dapat menghasilkan pribadi-pribadi anak yang menjadi baik. Pendidikan dalam keluarga dapat memberikan pengaruh besar terhadap karakter anak. Sebab itu kunci utama untuk menjadikan pribadi anak menjadi baik yang terutama terletak dalam pendidikan dalam keluarga.

Dan karakter yang ditumbuhkan adalah faktor yang amat penting dalam kepribadian anak, karena banyak mempengaruhi prestasi dalam berbagai bidang. Ilmu pengetahuan dan kemampuan teknik adalah penting untuk pencapaian keberhasilan, tetapi tidak akan mampu mencapai hasil maksimal kalau tidak disertai karakter. Hal itu terutama karena pada waktu ini faktor karakter kurang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan pendidikan. Ini semua harus menjadi salah satu hasil penting usaha pendidikan, baik pendidikan dalam keluarga, pendidikan sekolah maupun pendidikan dalam masyarakat. Akan tetapi karena pendidikan pada anak paling dulu dilmulai dalam pendidikan dalam keluarga, maka pendidikan dalam keluarga yang seharusnya memberikan dasar yang kemudian diperkuat dan dilengkapi dalam pendidikan sekolah dan pendidikan dalam masyarakat.

Akhirnya memang tergantung pada para orang tua sendiri apakah pedoman itu dilaksanakan atau tidak. Akan tetapi karena secara alamiah orang tua ingin anaknya menjadi baik dan sukses, maka banyak kemungkinan orang tua akan berusaha menerapkan pedoman itu dalam hidup mereka.

Sabtu, 30 November 2013

Cara Memberikan Pendidikan Yang Terbaik Untuk Anak

Pendidikan anak  merupakan satu hal penting yang tidak bisa kita abaikan. Sebagai orang tua, hendaknya kita memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak. Hal itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan memilihkan sekolah yang baik buat anak.

Ingat, anak merupakan generasi masa depan bangsa. Hal terpenting untuk menuju cita-cita adalah pendidikan.

Tanggung jawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah, meski sekolah sudah menyiapkan kurikulum untuk mendidik anak. Pendidikan terbaik tetap saja terletak pada Anda sebagai orang tuanya.

Anggap saja anak berada di sekolah selama 8 jam, sedangkan sisanya yang 16 jam adalah bersama Anda. Karenanya, Anda, perlu terlibat langsung dalam pendidikan anak di sekolah. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan :

Memberikan Dukungan
Selalu berikan perhatian kepada anak, dan tanamkan nilai dan tujuan pendidikan. Upayakan untuk selalu mengetahui perkembangan anak di sekolah. Anda bisa melakukan kunjungan untuk melihat situasi dan lingkungan pendidikan di sekolah. Menaruh minat terhadap aktivitas sekolah akan secara langsung mempengaruhi pendidikan anak.

Sediakan waktu untuk anak
Sebagai orang tua, Anda harus selalu menyediakan waktu yang cukup banyak bagi anak. Jadilah tempat curhat untuk menampung stress anak Anda. mendengarkan keluhannya, dan berusaha turut memberikan solusi atas permasalahannya disarankan dalam pendidikan anak.

Awasi kegiatan belajar di rumah
Tunjukkan Anda berminat pada pendidikan anak Anda. Pastikan anak Anda sudah mengerjakan tugas mereka. Wajibkan diri Anda untuk mempelajari sesuatu bersama anak-anak Anda.

Membacalah bersama-sama mereka. Jangan lupa jadwalkan waktu setiap hari untuk memeriksa pekerjaan rumah anak Anda. Kendalikan waktu menonton TV, Internet dan kegiatan lainnya.

Mengajarkan tanggung jawab
Anak dapat bertanggung jawab mengerjakan tugas di sekolah jika Anda telah mengajar mereka untuk mengerjakan tanggung jawab di rumah. Cobalah mulai memberikan pekerjaan rumah tangga rutin setiap hari dengan jadwal yang spesifik. Hal itu akan mengajarkan rasa tanggung jawab yang mereka butuhkan agar berhasil di sekolah dan di kemudian hari dalam kehidupan.

Menjadi teman terbaik
Jadilah teman terbaik bagi anak Anda. Luangkan waktu untuk berbagi dalam banyak hal. Seorang anak membutuhkan semua teman yang matang yang bisa ia dapatkan. Sebagai orang-tua, Anda dapat menghindari banyak problem dan kekhawatiran atas pendidikan anak Anda dengan mengingat bahwa kerja sama yang sukses dibangun atas komunikasi yang baik.

Disiplin
Jalankan disiplin dengan tegas namun penuh kasih sayang. Selalu menuruti keinginan anak tidak disarankan dalam pendidikan anak, karena membuatnya manja dan tidak bertanggung jawab. Problem lain bisa muncul seperti seks remaja, narkoba, prestasi yang buruk, dsb.

Menjaga kesehatan
Jaga kesehatan anak Anda agar prestasi belajarnya tidak terganggu. Buat jadwal tidur yang cukup untuk anak Anda. Jika kelelahan, mereka tidak dapat belajar dengan baik. Hindari makanan seperti junk food, yang mendatangkan pengaruh buruk terhadap kesanggupannya untuk berkonsentrasi.

Kerja Sama dengan Guru
Tidak ada salahnya Anda mengenal guru dan menjalin hubungan baik dengan mereka. Berkomunikasilah untuk perkembangan anak Anda. Guru perlu tahu bahwa Anda memandang penting pendidikan anak Anda, sebagai bagian kehidupannya. Ini akan membuat guru lebih memperhatikan anak Anda.

Hadirilah pertemuan orang tua murid dan guru yang diselenggarakan oleh sekolah, sehingga memiliki kesempatan untuk mengetahui prestasi akademis serta perkembangannya di sekolah.

Jumat, 29 November 2013

Tips Membuat Anak Suka Belajar

Beberapa tips di bawah ini SANGAT MENENTUKAN dan EFEKTIF diterapkan supaya anak SUKA BELAJAR:

1. SUASANA YANG MENYENANGKAN adalah SYARAT MUTLAK yang diperlukan supaya anak suka belajar. Menurut hasil penelitian tentang cara kerja otak, bagian pengendali memori di dalam otak akan sangat mudah menerima dan merekam informasi yang masuk jika berada dalam suasana yang menyenangkan.

2. Membuat ANAK SENANG BELAJAR adalah JAUH LEBIH PENTING daripada menuntut anak mau belajar supaya menjadi juara atau mencapai prestasi tertentu. Anak yang punya prestasi tapi diperoleh dengan terpaksa tidak akan bertahan lama. Anak yang bisa merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan akan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan sangat mempengaruhi kesuksesan belajarnya di masa yang akan datang.

3. Kenali tipe dominan CARA BELAJAR ANAK, apakah tipe AUDITORY (anak mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan), VISUAL (melihat) ataukah KINESTHETIC (fisik). Meminta anak secara terus menerus belajar dengan cara yang tidak sesuai dengan tipe cara belajar anak nantinya akan membuat anak tidak mampu secara maksimal menyerap isi pelajaran, sehingga anak tidak berkembang dengan maksimal.

4. Belajar dengan JEDA WAKTU ISTIRAHAT setiap 20 menit akan JAUH LEBIH EFEKTIF daripada belajar langsung 1 jam tanpa istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu melakukan konsentrasi penuh paling lama 20 menit. Lebih dari itu anak akan mulai menurun daya konsentrasinya. Jeda waktu istirahat 1-2 menit akan mengembalikan daya konsentrasi anak kembali seperti semula.

5. Anak pada dasarnya mempunyai naluri ingin mempelajari segala hal yang ada di sekitarnya. Anak akan menjadi SANGAT ANTUSIAS dan SEMANGAT untuk belajar jika isi/materi yang dipelajari anak SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK. Anak akan menjadi mudah bosan jika yang dipelajari terlalu mudah baginya, dan sebaliknya anak akan menjadi stress dan patah semangat jika yang dipelajari terlalu sulit.

Kamis, 28 November 2013

Cara Melatih Anak Agar Gemar Membaca

Buku adalah jendela pengetahuan. Dengan membaca buku, kita dapat menyerap banyak informasi, dapat berkelana ke berbagai negara, bahkan ke dunia dongeng sekalipun. Pendeknya, dengan membaca, wawasan pengetahuan kita akan semakin luas. Namun, sayangnya tidak semua anak gemar membaca. Nah, bagaimana caranya membuat anak kita gemar membaca?

Kenalkan buku sejak dini
Buku cerita yang cocok untuk balita adalah yang memiliki banyak gambar dengan tulisan yang sedikit. Gambar yang berwarna akan lebih menarik daripada gambar yang hitam putih. Biarkan anak memilih sendiri buku yang ingin dibacanya, sehingga ia lebih antusias dalam membaca.

Bacakan buku cerita dengan menarik
Dalam membaca cerita, usahakan sehidup mungkin sehingga anak dapat merasa seolah-olah berada di dalam cerita tersebut. Atur nada suara dan bumbui dengan gerakan-gerakan tubuh yang berekspresi untuk membangun suasana yang hidup. Bahkan bayi pun dapat menikmati buku yang dibacakan, yaitu dari irama suara dan kehangatan tubuh pembaca yang memangkunya.

Model orang tua
Orang tua harus menjadi contoh yang baik. Bila orang tua gemar membaca, menyediakan bacaan yang memadai dan mengatur suasana rumah yang mendukung untuk membaca, maka niscaya anak akan ikut gemar membaca.

Rabu, 29 Mei 2013

Tips Memilih Kursus Yang Tepat Untuk Anak



Sebagai orangtua, kita sering berusaha untuk melengkapi anak dengan berbagai kursus-kursus untuk mengoptimalkan kemampuan, bakat dan ketrampilannya selain dari pendidikan formal yang dia ikuti selama ini. Agar kursus yang dijalaninya benar-benar optimal ada baiknya disesuaikan dengan karakter dan kepribadiannya.

Penakut
Cirinya : Anak tidak berani menghadapi konflik, mudah cemas, gampang menangis, kurang berusaha dan suka mengeluh.


Solusinya : Pilihlah kursus yang beresiko tinggi untuk mengatasi rasa takutnya seperti beladiri, pencinta alam, menyelam dan lain-lain.


Kurang peka
Cirinya : Tidak ada ekspresi, kurang empati, tidak segera mengerjakan instruksi dari orang lain. Anak yang kurang peka biasanya kurang mendapat stimulasi dari lingkungannya sehingga kurang ekspresif.


Solusinya : Pilihlah kursus yang berhubungan dengan dunia seni seperti seni tari, musik dan lain sebagainya.


Pemalu
Cirinya : Agak susah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru, pasif dalam merespon teguran sekelilingnya, jarang berbicara dan sulit bersosialisasi.


Solusinya : Pilihlah kursus yang melibatkan interaksi satu dengan yang lainnya, dengan begitu anak akan belajar menjalankan perannya bergantian dan lebih interaktif, seperti teater. Hindari kursus yang bersifat individual.


Egois
Cirinya : Semua dilakukan hanya mengarah kepada dirinya sendiri dan mengutamakan kepentingannya sendiri.


Solusinya : Cari kursus yang melibatkan perasaannya misalnya olahraga berkelompok seperti basket. Anak akan berusahan untuk berbagi bola karena permainan dilakukan sebagai sebuah team.


Percaya diri
Cirinya : Mudah bersosialisasi dan spontan dalam mengemukakan pendapat serta berani mencoba tantangan.


Solusinya : Anak seperti ini akan lebih mudah untuk memilih kursus apa pun sesuai dengan minatnya. Dengan kursus diharapkan anak akan lebih bertambah percaya diri dan skillnya.


Agresif
Cirinya : Gampang marah dan percaya diri yang terlalu berlebihan.


Solusinya : Apabila agresif ke arah fisik maka arahkan ke kursus olahraga untuk menyalurkan kekuatan fisiknya, bila agresif ke arah perasaannya maka pilihlah kursus kesenian yang dapat mengasah perasaannya.


Dalam memilih dan mengikuti kursus tidak semua langsung berjalan lancar dan mulus. Apabila semangat anak yang awalnya tinggi kemudian menurun maka ajaklah anak untuk berdiskusi untuk menentukan langkah selanjutnya agar anak juga dapat merasa nyaman menjalani kursus tersebut sehingga hasilnya bisa mengoptimalkan kemampuan dan bakat si anak.

Jumat, 10 Mei 2013

Pendidikan Akhlak Anak Dalam Keluarga

Pendidikan akhlak dalam keluarga sangat dibutuhkan untuk menciptakan generasi penerus yang memiliki landasan moral yang baik. Tidak ada seorang anak yang dapat bertumbuh dengna baik ketika dia tidak mendapat pengetahuan akhlak yang baik dalam keluarga.

Seorang anak perlu untuk mendapatkan pengetahuan akhlak melalui interaksi keagamaan dengan anggota keluarga. Pendidikan tidak hanya didapat dari lembaga formal seperti sekolah namun juga dari lembaga terkecil yaitu keluarga. Karenananya dalam lingkup terkecil pendidikan akhlak diperlukan untuk menciptakan karakter anak yang berbudi dan beretika luhur.

Cara terbaik untuk mengenalkan akhlak dalam keluarga adalah melalui pendekatan personal. Sebagai orang tua misalnya, anda bertanggung jawab memperkenalkan nilai-nilai luhur keagamaan pada anak anda. Anak anda membutuhkan figur orang tua yang mampu membimbing dan mengarahkan mereka untuk menjadi pribadi yang memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan mereka. Dengan mengajarkan secara langsung anak akan merasakan kedekatan emosional sehingga mampu menyerap ilmu dengan baik.

Anda dapat memulai dengan mengajarkan apa yang ada dalam kitab suci anda kepada anak anda. Ajaran apa yang baik dan mana yang harus diterapkan oleh mereka dalam kehidupan sehari-hari. Cara lain yang dapat anda tempuh adalah dengan menggunakan cerita bergambar agar anak dapat menyerap pembelajaran dengan lebih optimal. Gambar dapat memberikan stimulasi bagi otak untuk menyerap dengan lebih baik. Terapkan pendidikan akhlak dalam keluarga melalui agama sejak dini agar memperoleh hasil yang maksimal.

Kamis, 09 Mei 2013

Mendidik Anak Melalui Nilai - Nilai Kebangsaan

Pendidikan karakter dalam keluarga dapat memberikan arahan pada seorang anak untuk berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Cara terbaik untuk menanamkan pendidikan tersebut adalah melalui penanaman nilai-nilai kebangsaaan. Sedari dini anak perlu untuk mengenal apa sajakah falsafah dari negaranya. Apa saja yang harus mereka jaga agar kedepannya memiliki bangsa yang utuh dan tidak terpecah belah. Dengan menanamkan nilai kebangsaan, Anda telah membantu anak Anda untuk lebih memahami bangsanya.

Setidaknya ada beberapa nilai kebangsaan yang harus anda tanamkan kepada anak Anda agar mereka memiliki bekal yang baik untuk masa depannya. Yang pertama adalah menanamkan nilai luhur kebangsaan mengenai cara hidup untuk saling toleran satu sama lain. Anda harus menanamkan bahwa bangsa dimana dia berada adalah bangsa beradab yang menjunjung tinggi nilai hidup untuk saling menghargai. Hal ini akan mendorong mereka untuk menghargai perbedaan yang mungkin ada di sekitar mereka.

Nilai lain yang selayaknya perlu Anda tanamkan adalah untuk selalu saling menyayangi. Anda perlu mengingatkan anak Anda untuk menyayangi orang yang ada di sekitarnya. Hal ini akan sangat berguna untuk membentuk karakter anak yang selalu cinta perdamaian dan enggan untuk melakukan kekerasan. Masih banyak nilai-nilai lain dari karakter kebangsaan yang dapat Anda kembangkan dan sampaikan kepada anak Anda. Diharapkan dengan adanya pendidikan karakter dalam keluarga, maka anak akan mampu untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka kelak.

Rabu, 08 Mei 2013

Tujuan Pendidikan Untuk Anak

Pada dasarnya tujuan pendidikan dalam keluarga adalah menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam diri seorang anak sedari kecil. Dalam hal ini tujuan tersebut dapat kita bagi dalam tiga aspek utama, yaitu dari aspek pribadi, moral, dan sosial. Dari aspek pribadi tujuan dari pendidikan adalah mengajarkan kepada anak agar kedepannya menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Bertanggung jawab dalam artian anak kelak mampu menjadi individu yang dapat menjaga nama keluarga dan membanggakan bagi kedua orang tua.

Aspek kedua yang dimaksudkan disini adalah dari sisi moral. Pendidikan dalam keluarga penting untuk memberikan bekal moral bagi bagi anak. Keluarga adalah tempat wal pendidikan dimulai. Pendidikan moral dalam keluarga tidak hanya berisi penyampaian mengenai apa yang benar dan apa yang salah. Anak pasti juga akan melihat tingkah laku orang tuanya. Karena itu, sebagai orang tua bersikaplah dengan baik karena anak anda akan meniru perbuatan anda.

Dalam aspek sosial tujuan yang ingin dicapai adalah menciptakan generasi yang berguna tidak hanya bagi dirinya sendiri, namun juga bagi lingkup sosial yang lebih besar. Sedari dini anak telah ditanamkan nilai-nilai luhur agar mampu menjadi pribadi yang baik kedepannya. Bekal yang ditanamkan dari orang tua bertujuan agar anak memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya. Tujuan pendidikan dalam keluarga akan tercapai ketika orang tua juga belajar untuk bertanggung jawab dengan perbuatannya agar semua aspek pembelajaran dapat diterima oleh anak dengan baik.